Instalasi dan Konfigurasi Server Apache Secara Manual di Windows

Mungkin selama ini anda menggunakan XAMPP atau WampServer untuk menginstal server web di komputer anda. Tapi adakalanya di lapangan, anda diminta untuk menginstal server web secara manual. Tidak usah pusing, anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.

Instalasi Server Apache

Catatan: Pada tanggal 4 Januari 2018, Apache 2.4.29 Win64 di web ini saya download dan setelah proses download selesai, terdeteksi sebagai virus. Saya juga tidak tahu mengapa dianggap virus, padahal sebelumnya tidak. Anda dapat menggunakan alternatif lain untuk mendownload pada URL https://www.apachehaus.com/cgi-bin/download.plx.

Download paket server Apache dalam bentuk berkas ZIP yang berlokasi di alamat URL https://www.apachelounge.com/download/. Apache dikompile menggunakan VC (Visual C++). Di web tersebut tersedia hasil kompile dari VC11, VC14, dan VC15. Perbedaan antara ketiganya adalah sebagai berikut.

  • VC11, dikompile menggunakan Microsoft Visual Studio 2012
  • VC14, dikompile menggunakan Microsoft Visual Studio 2015
  • VC15, dikompile menggunakan Microsoft Visual Studio 2017

Saya rasa tidak terlalu masalah mau menggunakan hasil kompile yang mana. Tapi tentu saja ketiganya punya perbedaan, terutama dari segi kinerja, manajemen memori, fitus standar, generasi kode dan stabilitas. Tentu saja ini ada hubungannya dengan keunggulan tiap versi dari Microsft Visual Studio. Saya sendiri mendownload yang dikompile menggunakan VC15.

Versi Apache yang tersedia adalah versi 2.4.29 dan berdasarkan versi bitnya tersedia dua versi, yaitu Win64 untuk Windows x64 dan Win32 untuk Windows x32. Versi yang didownload memang harus dicocokkan versi Windows dari komputer yang ingin anda instalkan Apache. Karena saya menggunakan prosesor berbasis 64 bit dan Windows 64 bit, maka saya mendownload Apache 2.4.29 Win64. Ukuran berkas sekitar 15,2 MB.

Setelah proses download selesai, buka berkas menggunakan WinRAR atau WinZip dan ekstrak folder Apache24 ke lokasi yang anda inginkan. Setelah proses ekstraksi selesai, lanjutkan ke langkah konfigurasi server.

Konfigurasi Server Apache

Untuk mengatur konfigurasi server, buka berkas bernama httpd.conf yang berada di lokasi Apache24/conf menggunakan Notepad. Atur settingan yang berada di dalam berkas tersebut. Berikut adalah pengaturan yang perlu diatur di dalam berkas pengaturan.

ServerRoot

Pengaturan ini mengatur di mana folder server diletakkan. Secara default, tertulis kode berikut ini.

ServerRoot "c:/Apache24"

Kalau anda ingin mengikuti pengaturan default, maka folder harus dipindahkan ke lokasi C:. Tapi karena anda ingin meletakkannya ke lokasi yang anda inginkan, maka ganti tulisannya menjadi lokasi yang sesuai.

Listen

Pengaturan ini mengatur pada nomor port berapa server Apache akan diakses. Secara default, tertulis kode berikut ini.

Listen 80

Artinya, server Apache diakses pada port 80. Port 80 adalah port untuk protokol HTTP, jadi anda bisa membiarkan seperti itu. Tapi jika anda menginginkan server diakses pada nomor port yang lain, maka silahkan ganti nomor portnya. Misalnya saja anda telah punya server web lain yang menggunakan port 80, maka server yang ini misalnya diatur ke port 8080. Dalam menentukan angka port, sebaiknya maksimal 4 digit.

ServerName

Pengaturan ini untuk mengatur nama server untuk diakses. Secara default, tertulis kode berikut ini.

#ServerName www.example.com:80

Tanda pagar (#) pada berkas adalah pertanda untuk komentar. Baris yang diawali dengan tanda pagar ini tidak akan dibaca oleh sistem. Secara default, server Apache diakses dengan nama localhost. Tapi akhir-akhir ini saya coba menjalankan server tanpa menuliskan ServerName, muncul error. Padahal di konfigurasi, secara default tidak dibutuhkan konfigurasi ini. Akhirnya saya mengganti pengaturannya menjadi seperti berikut ini.

ServerName localhost

Saat server dijalankan ulang, barulah server berjalan dengan mulus.

DocumentRoot

Pengaturan ini untuk mengatur di mana lokasi folder dokumen web diletakkan. Folder dokumen adalah folder yang akan diakses ketika user mengakses alamat URL server melalui browser. Secara default, tertulis kode berikut ini.

DocumentRoot "c:/Apache24/htdocs"

Dari pengaturan default, anda bisa lihat nama folder yang disarankan adalah htdocs. Mungkin ada yang selama ini pakai XAMPP, bertanya-tanya, mengapa berkas web harus diletakkan di dalam folder htdocs, inilah sebabnya. Di dalam folder Apache24, terdapat folder yang bernama htdocs. Jika menginginkan nama folder yang lain, silahkan ubah nama folder htdocs dan tulis nama baru itu ke berkas konfigurasi. Saya sendiri tidak mengubah nama foldernya, tetap menggunakan nama htdocs.

Di bawah kode ini, ada pengaturan yang harus diset sama dengan pengaturan DocumentRoot, yaitu secara default tertulis seperti kode di bawah ini. Ini sebenarnya digunakan untuk mengatur hak akses folder dokumen. Pada tutorial ini saya tidak menuliskan bagaimana cara mengatur hak akses folder dokumen.

<Directory "c:/Apache24/htdocs">

Jika anda melokasikan folder Apache24 ke lokasi C:/, maka anda tidak perlu mengubah pengaturan ini. Tapi jika anda melokasikan folder ke lokasi yang anda inginkan, tuliskan lokasi folder dokumen ke berkas pengaturan. Begitu pengaturan yang berada di bawah pengaturan DocumentRoot. Setelah merasa segala pengaturan telah diatur dengan baik, simpan pengaturan dengan menekan Ctrl+S.

Menjalankan Server Apache

Untuk menjalankan server, dobel klik berkas bernama httpd.exe yang berada di dalam folder Apache24/bin. Jika tidak ada masalah terhadap konfigurasi anda, maka akan muncul konsol yang blank. Tapi jika masih ada masalah, maka konsol akan muncul dan menutup.

Sebenarnya disarankan untuk mengeksekusi berkas tersebut menggunakan Command Prompt (CMD). Caranya adalah buka CMD dan masuk ke folder bin menggunakan perintah CD. Saya harap anda sudah tahu cara menggunakan CMD. Untuk melihat list perintah yang tersedia, jalankan perintah berikut ini.

httpd -h

Untuk menjalankan server Apache, cukup menjalankan perintah di bawah ini.

httpd

Tapi perintah di atas hanya akan menjalankan server selama di eksekusi. Ketika komputer anda dimatikan atau restart, maka server harus dijalankan secara manual lagi. Untuk menjalankannya secara otomatis saat komputer menyala, maka harus dilakukan instalasi service.

Jika server telah dijalankan, maka anda dapat mengakses server web melalui browser melalui alamat URL http://localhost. Jika anda mengganti port, maka akses melalui alamat http://localhost:8080. Masukkan alamat sesuai dengan pengaturan yang anda tulis. Jika berhasil, maka akan muncul tulisan It works!.

Service Server Apache

Untuk menginstal service untuk server Apache, silahkan jalankan perintah di bawah ini.

httpd -k install

Setelah dijalankan, maka server Apache akan didaftarkan sebagai service pada komputer anda dan akan dijalankan secara otomatis tiap komputer dinyalakan. Berikut adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengatur service Apache yang telah terinstal.

  • http -k restart, untuk merestart server
  • http -k stop, untuk mematikan server
  • http -k shutdown, untuk mematikan server
  • http -k start, untuk menjalankan server jika dalam ke adaan mati
  • http -k uninstall, untuk menghapus server dari daftar service komputer

Catatan: Instalasi Apache ini belum termasuk instalasi PHP, sehingga jika anda menjalankan berkas PHP melalui URL, maka berkas PHP tidak akan dieksekusi, melainkan isi berkas PHP tersebut akan terlihat. Instalasi PHP akan dijelaskan pada tulisan selanjutnya.

Our Location

company 1
company 2
company 3
company 4